Cerita 28 Detik dan Kopi

Agenda Klub Baca Bandung kali ini adalah mendaras buku seorang penulis muda dari Bandung bernama Ifa Inziati. Kebetulan naskahnya sendiri adalah salah satu naskah yang memenangkan kompetisi Passion Show yang diselenggarakan oleh Bentang Pustaka tahun lalu. Sejak jam 11 pagi acara telah dimulai dengan dipandu oleh Atria Dewi Sartika dari Akademi Bercerita Bandung. Beberapa peserta telah hadir meski tidak banyak, tetapi suasana coffee shop Cokotetra yang tenang juga menjadi salah satu hal yang menurut saya mendukung ketika melangsungkan acara seperti ini.

IMG_20150322_110858

Atria bercerita tentang bagaimana pendapatnya terhadap buku tersebut. 28 Detik yang memunculkan isu tentant suatu kelainan yang dimiliki oleh manusia, yaitu Sinestesia, menjadi perhatian Atria dalam buku itu. Dia berkata bahwa isu sinestesia ini kurang ditonjolkan dalam cerita dan kurang lebih hanya sebagai selingan dan “tempelan” dari cerita besar yang berusaha penulis kisahkan dalam bukunya. Kemudian disambung dengan Ifa sendiri sebagai penulis yang kemudian menjelaskan berbagai hal tentang bukunya hingga proses kreatif yang beliau jalani dalam menyelesaikan naskah tersebut. Ifa berkata bahwa naskahnya sendiri mengalami proses editing dan revisi yang cukup lama hingga akhirnya bisa diterbitkan pada November 2014 yang lalu. Keunggulan buku ini sendiri menurut saya adalah terletak pada bagaimana penulis menceritakan ini tidak hanya sebagai sudut pandang orang ketiga, tetapi juga menghadirkan sebuah mesin pembuat kopi bernama Simoncelli yang menjadi pihak yang melihat segalanya berlangsung alih-alih berusaha menjelaskan semuanya sebagai sesuatu yang lain.

IMG_20150322_111929IMG_20150322_110858

Saya sendiri menyukai kisah ini sebagaimana mestinya. Tentunya ketika kita membaca sebuah karya yang berada di luar kebiasaan kita pada referensi membaca, akan terdapat beberapa ketidakcocokan. Saya sendiri tidak begitu menggemari kisah remaja yang jatuh cinta dan lain sebagainya itu, tetapi saya bisa katakan bahwa kisah cinta yang berusaha Ifa suguhkan dalam bukunya 28 Detik ini cukup mampu stand out dari beberapa naskah lain yang bisa dibilang sejenis. Bisa jadi itu pulalah yang kemudian mengantarkan naskah ini memenangkan kompetisi Passion Show dan berhasil diterbitkan.

Setelah bergantian memberikan komentarnya pada sesi tanya jawab tersebut, acara dilanjutkan dengan membaca buku 28 Detik secara bergantian. Di sini para peserta akan disodori buku tersebut untuk dibaca beberapa bagian yang dirasa menarik, tidak menjadi soal jika kemudian belum pernah membaca buku ini sama sekali, karena sebenarnya pointnya bukan di situ. Tetapi pada kegiatan membaca dan menyimaknya secara bersama-sama dalam suatu komunitaslah yang menjadi penting. Di acara ini juga terdapat salah seorang peserta yang usianya sudah lebih senior dari rata-rata peserta yang hadir, beliau biasa dipanggil dengan Bunda Intan yang katanya memang hobi membaca sejak dulu dan mengetahui Klub Baca Bandung dari kegiatannya bermain sosial media Facebook. Setelah memasuki sesi perkenalanlah kemudian beliau bercerita panjang lebar bahwa beliau sebenarnya sudah nenek dengan 6 cucu, lho! Keren banget kan, di usia yang sudah tidak muda lagi, tetapi beliau masih semangat ikutan acara yang bahkan rata-rata usia yang lain seumuran dengan anaknya, dan semangat inilah yang kemudian membuat peserta lain menjadi lebih hidup.

IMG_20150322_115348

Menjelang siang, peserta semakin banyak berdatangan untuk ikut serta dalam kegiatan Klub Baca Bandung kali ini. Meski kemudian agenda yang ada hanya tinggal perkenalan dan foto bersama, beberapa peserta ada yang kemudian jadi membahas tentang bagaimana proses riset yang dilakukan oleh Ifa sebagai penulis, karena memang menurut saya pribadi, riset yang dilakukan oleh Ifa sendiri benar-benar cukup meyakinkan sehingga cerita menjadi lebih menarik. Bagaimana proses membuat kopi, jenis kopi apa saja dan berbagai cerita unik dalam pembuatan kopi menjadi daya tarik dari buku ini. Beberapa peserta juga memberikan pengalamannya dalam mengenal kopi dan sejauh mana pengetahuan mereka tentang kopi, hal ini saya rasa cukup menarik untuk diteruskan lebih lanjut, bisa jadi kita bikin sesuatu yang khusus hanya dengan membahas kopi saja. Karena seperti yang ditulis Ifa dalam bukunya tersebut, negara Indonesia itu sebenarnya kaya sekali akan biji kopi.

IMG_20150322_114307IMG-20150322-WA0001IMG-20150322-WA0004IMG-20150322-WA0002

IMG-20150322-WA0000

Pada penghujung acara akhirnya para peserta menjadi lebih akrab satu sama lain, karena kesamaan kesenangan akan buku dan kopi ini bisa jadi sebuah persahabatan yang unik karena bertemu juga di sebuah kedai kopi yang tenang bernama Cokotetra. Saya rasa ketika kita bertemu dengan orang baru dengan kesamaan minat seperti yang dilakukan teman-teman di Klub Baca Bandung ini, akan semakin membuat hidup kita kaya sekali. Klub Baca Bandung baru berumur 1 bulan. Dan bulan April sudah di depan mata sebentar lagi, jangan ketinggalan, kami masih akan terus membaca buku bersama teman sekalian.

Happy reading!

oleh Ariel Seraphino.

Iklan

[Liputan Kegiatan] Baca Bareng The 100 Year Old Man Who Climbed Out of The Window and Disappeared

Awal Maret ini, beberapa anak muda Bandung yang gemar membaca berkumpul dan membaca bersama. Ini adalah cerita Atria Dewi Sartika tentang kegiatan yang berlangsung di bilangan Dago itu.

***

[Liputan Kegiatan] Baca Bareng The 100 Year Old Man Who Climbed Out of The Window and Disappeared

Bandung, adalah salah satu kota di Indonesia yang punya banyak komunitas. Berbagai macam komunitas lahir untuk mewadahi berbagai jenis minat orang-orang yang bermukim di Bandung. Begitupun alasan Klub Baca Bandung lahir.

Hari ini, Minggu, 1 Maret 2015, untuk pertama kalinya Klub Baca Bandung melakukan kegiatan. Bertempat di Cokotetra Cafe yang beralamat di Dago 322, para worm (sebutan untuk penggiat Klub Baca Bandung) berkumpul untuk membahas bersama satu buku yang sama.

IMG_20150301_114335

Untuk pertemuan perdana ini, buku The 100 Year Old Man Who Climbed Out of The Window and Disappeared menjadi pilihan. Buku dari Swedia yang diterjemahkan oleh Bentang Pustaka ini berhasil mengundang berbagai pendapat dari worms yang hadir.

Dibuka oleh Ariel Seraphino selaku Kapten Klub Baca Bandung, acara dilanjutkan oleh Gelar Riksa Abdillah selaku pembahas hari ini. Gelar berbagi opininya tentang buku 100 Yoman (disingkat). Soalnya judulnya kepanjangan.

Menurut Gelar buku 100 Yoman ini dituturkan dengan menarik. Penulis berhasil menampilkan sosok tokoh utama yang cenderung amoral tapi cerdas. Sosok kakek tua berusia 100 bernama Allan Karlsson ini berhasil menghadirkan humor cerdas melalui petualangan hidupnya bertemu dengan para diktator. Pelarian Allan yang berujung pada perampokan tanpa sengaja yang dilakukannya benar-benar menampilkan kejahatan yang jenaka.

Alur cerita pun menuai tanggapan dari para worm yang hadir. Selain itu cara Jonas Jonasson menampilkan Indonesia dalam karyanya memang “jleb” banget. Hmm.. negatif sih, tapi memang benar.
“Indonesia adalah negara di mana segalanya mungkin” hal. 483

Ini pun menjadi bagian yang dibaca oleh Gelar saat sesi Baca Bareng. Oh iya, dalam kegiatan Klub Baca memang salah satunya ada sesi Baca Bareng. Di sesi ini semua yang hadir bergantian membaca bagian-bagian yang dipilihnya. Setelah seluruh worms yang hadir mendapat giliran membaca, acara pun ditutup.

IMG_20150301_124424

Worms yang hadir di pertemuan perdana.

Sesi foto bersama pun menjadi kehebohan sendiri karena urusan backlight foto. Dan yang menyenangkan adalah ada 2 orang yang beruntung memenangkan doorprize. Wah seru banget ya! Datang dan bahas buku. Ketemu teman-teman baru. Dan pulang bawa hadiah.
Yang Beruntung dapat Doorprize.

CYMERA_20150301_231413
Mau ikut juga? Boleh banget. InsyaAllah tanggal 22 Maret, Klub Baca Bandung akan kembali membahas buku. Kali ini akan membahas buku “28 Detik” yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Jangan lewatkan ya, karena penulisnya juga akan hadir lho. Tempatnya? Masih sama. Di Cokotetra Cafe yang sangat cozy.

Tulisan diambil dari blog Atria Dewi Sartika, http://atriadanbuku.blogspot.com/