[Liputan Kegiatan] 28 Detik

Di hari Minggu yang cerah di tengah ke’galau’an cuaca Bandung, sejumlah orang memadati sudut sebuah cafe di bilangan jalan Dago. Cokotetra. Cafe ini kembali menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Klub Baca Bandung.

CAn23clUQAEl0Xu.jpg large

Kegiatan kedua ini berlangsung lebih ramai dan lebih lama dari sebelumnya. Dengan antusiasme yang membuat saya bersemangat.

Hari itu, Minggu, 22 Maret 2015 saya didaulat menjadi pembahas untuk novel yang akan dibaca bersama hari itu, “28 Detik” karya Ifa Inziati. Kali ini kegiatan Klub Baca Bandung terasa lebih spesial karena penulisnya pun turut hadir. Ini jadi kesempatan untuk mendengarkan proses kreatif karya ini.

“28 Detik” terpilih menjadi juara satu dalam lomba menulis “Passion Show” yang diadakan oleh Bentang Pustaka. Dan menurut penuturan Ifa, karya ini setelah dinyatakan sebagai pemenang, mengalami proses panjang sebelum bisa sampai ke tangan pembaca. “Prosesnya sekitar satu tahun,” jelasnya.

Saya pribadi pun akhirnya mengangguk paham saat mengetahui lamanya proses tersebut. Inilah yang membuat karya ini matang dan nikmat dibaca. Novel “28 Detik” ini mengambil sudut pandang yang menarik dalam menuturkan ceritanya. Menggunakan sudut pandang orang pertama dari sebuah benda mati. Ya, benda mati. Ia adalah Simoncelli, mesin espresso yang ada di Kedai Kopi Kasep.

Novel “28 Detik” ini juga sangat informatif. Proses pembuatan kopi dituangkan dengan cukup detail. Bahkan penulis sempat menyisipkan tentang potensi Indonesia sebagai negara yang bisa hidup dari kopi. Menarik bukan? Untuk review lebih lanjut sila baca Review 28 Detik ini –> http://atriadanbuku.blogspot.com/2015/03/28-detik.html

Sebenarnya kegiatan Klub Baca Bandung kemarin lebih berwarna dari sebelumnya karena audience yang datang punya latar belakang yang menarik. Salah satunya adalah Bunda Intan yang datang karena senang membaca buku serta menulis. Di tambah lagi lokasi kegiatan yang dekat dari rumahnya. Menariknya Bunda Intan adalah seorang nenek bagi 6 orang cucu. Tapi semangat beliau untuk hadir tidak kalah dari worms lain yang masih muda. Wah, gak boleh kalah dari beliau nih.

CYMERA_20150324_201239

Ah, inilah yang menyenangkan dari sebuah kegiatan komunitas. Kita jadi punya teman baru. Spesialnya, kita jadi punya teman sehobi. Seru kan? Jadi jangan lewatkan kegiatan Klub Baca Bandung berikutnya. Nah, rangkaian acara yang dimulai dari jam 11 ini berakhir sekitar jam 12.30. Tapi setelah itu, semua peserta tidak segera meninggalkan lokasi. Obrolan berlanjut dan membuat semua worms yang datang jadi semakin akrab.

IMG_20150322_121938

Tanggal 12 April 2015 nanti akan dibahas buku terbaru dari Bentang Pustaka berjudul Gloomy Gift karya Rhein Fathia. Psst.. kali ini pun penulisnya akan datang , lho. Yuk segera ramaikan.

Tulisan repost dari blog http://atriadanbuku.blogspot.com/2015/03/liputan-kegiatan-28-detik-di-22-maret.html

Cerita 28 Detik dan Kopi

Agenda Klub Baca Bandung kali ini adalah mendaras buku seorang penulis muda dari Bandung bernama Ifa Inziati. Kebetulan naskahnya sendiri adalah salah satu naskah yang memenangkan kompetisi Passion Show yang diselenggarakan oleh Bentang Pustaka tahun lalu. Sejak jam 11 pagi acara telah dimulai dengan dipandu oleh Atria Dewi Sartika dari Akademi Bercerita Bandung. Beberapa peserta telah hadir meski tidak banyak, tetapi suasana coffee shop Cokotetra yang tenang juga menjadi salah satu hal yang menurut saya mendukung ketika melangsungkan acara seperti ini.

IMG_20150322_110858

Atria bercerita tentang bagaimana pendapatnya terhadap buku tersebut. 28 Detik yang memunculkan isu tentant suatu kelainan yang dimiliki oleh manusia, yaitu Sinestesia, menjadi perhatian Atria dalam buku itu. Dia berkata bahwa isu sinestesia ini kurang ditonjolkan dalam cerita dan kurang lebih hanya sebagai selingan dan “tempelan” dari cerita besar yang berusaha penulis kisahkan dalam bukunya. Kemudian disambung dengan Ifa sendiri sebagai penulis yang kemudian menjelaskan berbagai hal tentang bukunya hingga proses kreatif yang beliau jalani dalam menyelesaikan naskah tersebut. Ifa berkata bahwa naskahnya sendiri mengalami proses editing dan revisi yang cukup lama hingga akhirnya bisa diterbitkan pada November 2014 yang lalu. Keunggulan buku ini sendiri menurut saya adalah terletak pada bagaimana penulis menceritakan ini tidak hanya sebagai sudut pandang orang ketiga, tetapi juga menghadirkan sebuah mesin pembuat kopi bernama Simoncelli yang menjadi pihak yang melihat segalanya berlangsung alih-alih berusaha menjelaskan semuanya sebagai sesuatu yang lain.

IMG_20150322_111929IMG_20150322_110858

Saya sendiri menyukai kisah ini sebagaimana mestinya. Tentunya ketika kita membaca sebuah karya yang berada di luar kebiasaan kita pada referensi membaca, akan terdapat beberapa ketidakcocokan. Saya sendiri tidak begitu menggemari kisah remaja yang jatuh cinta dan lain sebagainya itu, tetapi saya bisa katakan bahwa kisah cinta yang berusaha Ifa suguhkan dalam bukunya 28 Detik ini cukup mampu stand out dari beberapa naskah lain yang bisa dibilang sejenis. Bisa jadi itu pulalah yang kemudian mengantarkan naskah ini memenangkan kompetisi Passion Show dan berhasil diterbitkan.

Setelah bergantian memberikan komentarnya pada sesi tanya jawab tersebut, acara dilanjutkan dengan membaca buku 28 Detik secara bergantian. Di sini para peserta akan disodori buku tersebut untuk dibaca beberapa bagian yang dirasa menarik, tidak menjadi soal jika kemudian belum pernah membaca buku ini sama sekali, karena sebenarnya pointnya bukan di situ. Tetapi pada kegiatan membaca dan menyimaknya secara bersama-sama dalam suatu komunitaslah yang menjadi penting. Di acara ini juga terdapat salah seorang peserta yang usianya sudah lebih senior dari rata-rata peserta yang hadir, beliau biasa dipanggil dengan Bunda Intan yang katanya memang hobi membaca sejak dulu dan mengetahui Klub Baca Bandung dari kegiatannya bermain sosial media Facebook. Setelah memasuki sesi perkenalanlah kemudian beliau bercerita panjang lebar bahwa beliau sebenarnya sudah nenek dengan 6 cucu, lho! Keren banget kan, di usia yang sudah tidak muda lagi, tetapi beliau masih semangat ikutan acara yang bahkan rata-rata usia yang lain seumuran dengan anaknya, dan semangat inilah yang kemudian membuat peserta lain menjadi lebih hidup.

IMG_20150322_115348

Menjelang siang, peserta semakin banyak berdatangan untuk ikut serta dalam kegiatan Klub Baca Bandung kali ini. Meski kemudian agenda yang ada hanya tinggal perkenalan dan foto bersama, beberapa peserta ada yang kemudian jadi membahas tentang bagaimana proses riset yang dilakukan oleh Ifa sebagai penulis, karena memang menurut saya pribadi, riset yang dilakukan oleh Ifa sendiri benar-benar cukup meyakinkan sehingga cerita menjadi lebih menarik. Bagaimana proses membuat kopi, jenis kopi apa saja dan berbagai cerita unik dalam pembuatan kopi menjadi daya tarik dari buku ini. Beberapa peserta juga memberikan pengalamannya dalam mengenal kopi dan sejauh mana pengetahuan mereka tentang kopi, hal ini saya rasa cukup menarik untuk diteruskan lebih lanjut, bisa jadi kita bikin sesuatu yang khusus hanya dengan membahas kopi saja. Karena seperti yang ditulis Ifa dalam bukunya tersebut, negara Indonesia itu sebenarnya kaya sekali akan biji kopi.

IMG_20150322_114307IMG-20150322-WA0001IMG-20150322-WA0004IMG-20150322-WA0002

IMG-20150322-WA0000

Pada penghujung acara akhirnya para peserta menjadi lebih akrab satu sama lain, karena kesamaan kesenangan akan buku dan kopi ini bisa jadi sebuah persahabatan yang unik karena bertemu juga di sebuah kedai kopi yang tenang bernama Cokotetra. Saya rasa ketika kita bertemu dengan orang baru dengan kesamaan minat seperti yang dilakukan teman-teman di Klub Baca Bandung ini, akan semakin membuat hidup kita kaya sekali. Klub Baca Bandung baru berumur 1 bulan. Dan bulan April sudah di depan mata sebentar lagi, jangan ketinggalan, kami masih akan terus membaca buku bersama teman sekalian.

Happy reading!

oleh Ariel Seraphino.